Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 02 Februari 2014


Assalamualaikum 

Come back again... Sungguh, beberapa hari terakhir ini saya ingin sekali menuliskan  sliweran-sliweran di kepala, senang punya waktu buat nulis lagi, Yaps, feeling untuk tulisan kali ini adalah tentang pertambahan usiaku, Syukur pada-MU ya Rabb, Tuntun aku di jalan-MU selamanya.. Insya Allah... Insya Allah we’ll find the way, Engkau yang selalu menolong aku ketika tersesat, menopang aku ketika aku jatuh sehingga aku bisa bangkit lagi. Aku tanpa-MU butiran debu. (nyontekk lirik lagu... dua genre musik yang berlawanan). Pertambahan usia  dibarengi dengan ucapan dan doa (kadonya juga dunk, cuma pengen mengingatkan aja,, he..he.. ) dari keluarga, sahabat dan kerabat,  lewat sms, lewat ucapan langsung, lewat fb dan media sosial lainnya, rasanya memang sangat membahagiakan ketika momen ini diingat juga oleh orang-orang terdekat kita, bahkan terkadang, momen ini dijadikan sebagai salah satu barometer seberapa banyak orang yang peduli dan sayang sama kita, (tulus tanpa dibuat-buat, ASHLI) benarkah begitu ? Entahlah… (angkat bahu dan kedua telapak tangan terbuka)

Selasa, 05 November 2013

Perjalanan Kali ini


Kuawali hari kamis  dengan bangun dipagi buta karena dihari ini saya akan berangkat menuju sekolah tempatku bertugas, dikarenakan jaraknya jauh, harus berangkat sepagi mungkin. Aku mulai melangkahkan kakiku menuju halte bus, tidak berapa lama, bus yang kutunggu tiba. Bus dengan warna kuning dan hijau jurusan km 12 inilah yang akan membawaku, langit masih  gelap dan jalan utama belum menemukan hiruk pikuknya. Saya sudah akrab dengan alat transportasi darat yang satu ini, bus kota, 30 menit dalam perjalanan  mengatarku pada tujuan pertama yaitu lampu merah tanjung api-api untuk meneruskan perjalanan, Sungsang menjadi tujuan  berikutnya.


Pukul 06.15 bus DAMRI meninggalkan pangkalan tanjung api-api, mencari tempat duduk yang dirasa tidak akan disinari matahari secara langsung, semua merasa aman dan nyaman untuk sementara karena masih terlindung dari suhu yang meningkat, satu jam pertama akan di lalui dengan Jalan bergelombang, rusak parah akibat angkutan batu bara yang melebihi tonase, jalan berlubang yang menganga dengan kedalaman berkisar 30 cm hingga 45 cm membuat penumpang di dalam bus beberapa kali harus terhentak dari duduknya dan  masyarakat belum sempat menikmati jalan itu secara maksimal, Entah kapan jalan ini akan diperbaiki, kalo anggaranya menguap kemana-kemana, bus hanya melaju dengan kecepatan rendah sekitar 30 km/h. 

Rabu, 16 Oktober 2013

DEAR HUJAN


Aku pun hanyut pada suaramu di balik jendela kamarku, aku melihat begitu menawannya dirimu,  Kunikmati pemandangan itu, hujan menyimpan keindahan. Ingin kuulurkan tanganku mencari kebebasan yang terselip diantara rintikmu. Dan kubiarkan dingin menusuk pori-pori kulitku, begitu segar dan sejuk bau tanah yang menyeruak setelah hujan. Aku menyukai bunyi titik-titik airmu,  Iramamu menciptakan simfoni yang indah,  aku mendengar nyanyian alam yang syahdu, nada dan ritmenya mendamaikan hati, so sweet... romantisnya.

Selasa, 15 Oktober 2013

PARADE BALIHO


Di hati dan lidahmu kami berharap    
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan    
Jangan ragu jangan takut karang menghadang    
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan    
Masa depan kami dan negeri ini    
Dari Sabang sampai Merauke

Pagi Ini saya menghabiskan waktu dengan rutinitas beres-beres rumah, sayup - sayup terdengar  ditelinga saya lagu iwan fals yang sudah sangat poluler, kalau gak salah judulnya “surat buat wakil rakyat ” jiwa saya terusik, memberi  inspirasi dan virus menulis mulai  menjangkitiku, bukan kapasitas saya untuk berbicara masalah politik, saya hanya masyarakat awan yang masih hijau untuk memahami semua tentang politik, tentang pesta demokrasi yang sesungguhnya, saya hanya ingin menulis tentang apa yang telah saya dengar, saya lihat dan saya rasakan, bukankah negara menjamin setiap rakyatnya untuk mengemukan pendapat, ide baik secara lisan maupun tulisan, kita ini hidup di zaman demokrasi.. kebebasan berekspresi disertai tanggungjawab ya..  Kembali lagi ke topic tulisan kali ini..

TUHAN DAN NGANTUK


Bangun malam untuk shalat.. Sebagian besar dari kita mungkin menganggap shalat tahajud berat untuk dilakukan. Lebih-lebih kalau sepanjang hari sudah sibuk dengan berbagai urusan duniawi, hingga badan jadi capek dan inginya cuma satu : tidur nyenyak sampai pagi. Ngantuk. Masya Allah, untuk godaan yang satu ini bener-bener cetarr!!

Tidak banyak orang yang mampu membuka gerbang langit dan mengetuk pintu kemuliaan Allah di malam hari. Bangun malam, dengan hati jernih , jiwa raga suci dari hadas, lalu merapat ke pintuNya, dan yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Beruntunglah mereka yang menguasai diri.

HAPPY GRADUATION


Dalam beberapa bulan penantian, akhirnya wisuda universitas (yeessss). Setelah sehari sebelumnya secara de facto pada wisuda fakultas, secara de jure sudah sah memakai gelar akademis, yakni Magister yang harus dipertanggungjawabkan secara keilmuan dan juga moral,  kini saatnya mengambil hasil kerja keras berselancar selama 1 tahun 10 bulan  setelah bergulat dengan formalitas dan birokrasi yang panjang bersama bangku kuliah serta buku-buku yang jumlah halamannya terkadang melebihi jumlah jam dalam satu minggu, hasil itu berupa selembar kertas yang sangat berharga yakni ijazah. Syukuri apa yang ada, karna semua yang telah terjadi  atas izin-NYA.

Akan ada tambahan 3 huruf di belakang nama yang  saya perjuangkan, setelah berbulan-bulan penuh keringat, air mata, dan darah, bimbingan-perbaikan- bimbingan- perbaikan,  harus mondar mandir kos’an - toko buku - perpustakaan -kampus-ruang dosen (agak lebay dikit biar seru). Maka tidak berlebihan kiranya jika saya sangat mendambakan peristiwa itu (wisuda).

Jumat, 07 Juni 2013

Pesan untuk diriku:
Gelar M.Pd. ini  tidak akan pernah membuktikan
bahwa aku tahu banyak akan dunia ini,
Aku hanya segumpal darah dalam daging bernyawa.
Belajar, tak pernah mengenal kata berhenti dan
kehidupan adalah universitas sebenarnya.


TERIMAKASIH DARI HATI

PadaMu Yaa Rahman Yaa Rahim, nikmat yang KAU  percayakan padaku tak hingga, serta Rosullullah SAW yang telah menyelamatkan kita dari kebodohan.

Perjuangan ini di mulai pada Juli 2011, Saya melalui semua tahapan, mulai seleksi saringan masuk, matrikulasi, proses perkuliahan, mid semester, ujian semester, ujian proposal, hingga ujian tugas akhir, tahapan yang ditentukan program studi, saya jalani dengan keseriusan, proses itu saya nikmati, saya hadapi dengan suatu harapan akan  berada pada satu titik yang telah  diimpikan. Saya ingin membuktikan bahwa saya mampu dan bisa menjadi kebanggaan mereka, layaknya seekor ulat yang telah bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah, tetap semangat menjalani hari-hari, dengan keyakinan dalam diri, bahwa segalanya telah diatur oleh sang Maha Bijaksana, sang Maha Cerdas,yang setiap keputusanNYA pasti selalu yang terbaik.

Senin, 28 November 2011

suara DARI hati

Tak terasa hari ini sudah menginjak minggu ke 2 di bulan November, mendekati penghujung tahun 2011.  Palembang tetap sibuk dengan gegap gempita, perhelatan pesta olahraga terbesar di asia tenggara, tetapi tidak sesibuk aktivitasku dihari minggu ini, tetapi harus tetap produktif.  Merasakan nikmatnya waktu luang dengan sebisa mungkin merelaksasi setiap kepenatan  yang ada dikepala  dan pikiran agar mampu mengumpulkan kembali energi positif  yang akan membakar semangat baru dalam rutinitas sehari-hari. 

MOZAIK HIDUP

Ku bukan penulis ulung atau seorang pujangga, ku tulis sedikit kisahku sebab ku tahu sejarah hidup tak pernah berdusta.

Disinilah permulaan pengabdianku menjadi seorang guru, tak mungkin di hindari, inilah takdir, di garis ini terucap kesyukuran, selalu ada kejutan dalam hidup, tetap harus di nikmati. 

RUMAH CAHAYA


Rumah cahaya, dindingnya berjiwa
Bagai mulut yang bersuara, mempunyai pelupuk mata
Telah menggemakan namaku, menatapku dalam kebijaksanaan
Erat terpeluk cahaya, ku nyanyikan senandung sukma

CINTA

Salam hormatku tuk kalian semua, ku tulis dalam bahasa yang sederhana tentang apa yang terjadi di sekitarku, mungkin juga tentang diriku. Sekedar tuk berbagi


Ku akui, kebersamaan amat menyenangkan
Damai, kini kutahu ketika kita berjumpa
Saat suara-suara terlepas dari bubungan mulut
Menghapus resah dengan seruling canda tawa
Begitulah ingin ku lalui hari, dari senja ke senja

Belajar Memberi

Mentari memberi sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang layak menerima kehangatannya, tanpa menyeleksi apakah orang pantas bermandikan cahayanya

Senyum memberikan kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan. Sebuah anugerah tuhan yang diberikan pada siapa saja, tanpa mengenal kasta dan tahta

Alamku


Terkadang alam enggan bertaut
Semesta hijau bergambut, banyak yang tercabut
Kemarin mendung menggayut
Pagi ini cuaca buruk menyambut
Angin ribut membuat manusia kalang kabut

BERGURU PADA KEHIDUPAN

Hidup memberikan banyak kejutan, segala resiko harus di terima. Menikmati setiap detik yang berlalu membantu melarutkan beban hati. Daripada menumpuk energi negatif, bersahabat dengan waktu merupakan salah satu cara memanjakan diri

Minggu, 27 November 2011

Catatan dari Laut


Laut bergema nyanyian , mengoyak cadar sepi
Ikan menari di panggung muara, harmoni di atas pangkuan bumi


Tapak-tapak kaki yang tertawa
Berjuta kebahagiaan berhamburan di wajah
Merambah tahta di kepung cinta

LILIN KECIL......



Lilin kecil…….
Telah menghiasi peradaban
Selama berabad-abad mempertahankan keteladanan

;;

Template by:
Free Blog Templates